Skip to main content

3 Pet Peeves That Makes Me Screaming Inside

 


Pernah enggak sih kalian mendengar istilah Pet Peeves? Gue udah lumayan sering mendengar kata-kata ini dan sering kali mucul beberapa kali di timeline Pinterest gue. Sebenarnya kita juga sering membicarakan ini ke teman kita atau ke orang-orang sekitar kita. Contoh umumnya, sering kali ketika kalian janjian dengan teman untuk main dan kalian udah janjian jam berapa tapi pada saat sampai di tempat janjian, kalian duluan yang sampai dan teman kalian yang mengajak kalian janjian datang terlambat. Kesal atau bete ya kadang sama orang yang selalu begitu? Nah, itu dia yang namanya Pet Peeves. Pet Peeves adalah hal-hal yang kalian anggap menyebalkan dan terkadang bisa juga membuah kalian ilfeel atau merasa marah.

Beberapa kali gue punya pengalaman yang bikin gue kesal bukan kepalang karena sesuatu hal yang terkadang membuat gue marah dan ilfeel sama orang disekitar gue. Hal seperti ini mungkin bisa saja tidak sengaja mereka lakukan atau memang tanpa sadar itu adalah hal kebiasaan mereka atau diri kita sendiri. Gue tidak bilang bahwa gue enggak pernah melakukan hal yang sama tapi yang jelas gue juga manusia yang memiliki kekurangan dan ga sempurna (HAHAHA pembelaan) πŸ˜‚ Sampai sini paham ya, mungkin kalian akan merasa dipojokin setelah baca lebih lanjut, jadi sebelum itu sorry to say ya.




LESS EMPHATY. Entah kenapa gue paling bete/ilfeel sama orang yang lack of emphaty. Sabtu lalu, gue pergi dengan niat membeli makanan untuk teman gue yang sedang sakit bersama teman gue. Teman gue ini ikut karena dia juga ingin membeli keperluannya. Selama diperjalanan dia selalu nanya kira-kira apa saja yang harus dibeli untuknya, selain itu juga selalu menanyakan pendapat tentang apapun yang bersinggungan dengannya. Setelah selesai menemani teman gue ini, akhirnya gue lanjut jalan membeli makanan untuk teman gue yang sakit tadi karena makanan yang teman gue mau gak ada, gue nanya ke temen gue yang jalan sama gue ini,

"Beli apa ya yang kira-kira baik untuk orang sakit?"

Dengan entengnya teman gue yang gue bonceng ini bilang,

"Mana gue tau, gak tau gue" , kampret gak? hehehe😊😊😊

Gue speechless dan kesal banget rasanya. Dalam hati gue ngedumel "Tau gitu gak gue temenin lo, tadi aja baik-baik ngajak gue ngobrol. Pas udah tercapai tujuannya cuek gitu aja", enggak baik sih memang ngedumel kayak gini, gue bales aja omongannya sambil natap kesal dan bilang

"gak tau mulu, mikir kek lo" πŸ˜‘


LOUD CHEWING. Orang yang kalau ngunyah/makan berisik banget yang sampai mengganggu sekitarnya. Hal ini mungkin udah sering ya kalian lihat sendiri dan kalian udah alami sendiri. Untuk hal ini, dulu gue sangat tidak suka tapi entah kenapa akhir-akhir ini gue bisa toleransi ke orang yang makan/ngunyahnya bikin ganggu ini, hehehe.


BEING LATE, SUPER LATE. Seperti yang gue ceritain diawal soal orang yang memiliki kebiasaan terlambat, sejujurnya gue juga merasa hal ini sangat menyebalkan. Setahun yang lalu sebelum gue merasa hal ini menyebalkan, gue adalah orang yang menyebalkan alias gue sering terlambat πŸ˜‚ Entah sejak kapan gue merasa mungkin dari akhir atau pertengahan tahun lalu, gue merasa hal ini nyebelin banget hahahaha.

Kenapa? Kok bisa? Iya, bisa. Karena kena getahnya sendiri. Setahun lalu gue beberapa kali ketemu sama beberapa orang yang bikin gue geleng kepala sama kebiasaan telatnya. Sebelumnya, gue merasa gue adalah manusia paling suka telat dan memiliki manajemen waktu yang jelek banget, kayak banget. Tapi, setelah gue ketemu sama orang-orang ini, ya ampun iya ternyata masih ada makhluk-makhluk hidup lainnya kok yang lebih parah dari gue dan hal ini yang membuat gue berniat memperbaiki manajamen waktu gue lebih baik lagi.


Hal diatas adalah baru sebagian hal menyebalkan yang enggak gue suka. Kalau kalian, apa saja sih hal yang kalian kurang suka, apa sih Pet Peeves kalian? Cerita dong di kolom komentar πŸ˜½πŸ™†

Comments

Popular posts from this blog

Emily Coffee Society: Listening Space in Depok

Halo teman-teman! Apa kabar semua? Pagi ini cerah yang berarti cuacanya oke, gue harap keadaan kalian juga baik, ya? :) Long time no stories ya di blog gue. Kebetulan gue mau kasih tau ke kalian tempat yang bagus di Depok yang kemarin baru pertama kali gue datangin sama teman gue, nih. Let's go, mari kita mulai ceritanya ....... Sebelumnya gue udah tau bahwa ada salah satu Coffee Shop di Depok mau buka satu tempat lagi di Daerah yang sama. Bikin gue penasaran dan mikir dong, kok buka di tempat sama sih, pun tempat berdekatan pula, buat apa? gitu. Terus, pada saat gue tau kabar burung tersebut muncullah akun baru di Instagram yang meng - upload foto mereka di feeds namanya @emilycoffeesociety. Mulai penasaran dari awal buka tapi baru kesampaian untuk main kesana kemarin sore. Emily Coffee Society sendiri adalah  Listening Space pertama di Depok. Gue pernah lihat disalah satu akun yang pernah post tentang Emily juga, bahwa nama Emily terinspirasi dari sebuah lirik la...

First Blog: Introducing Myself! :)

  Perkenalkan nama saya adalah Chelsea Andata. Kalian bisa memanggil saya Chelsea atau Che (ini adalah panggilan akrab saya dari teman-teman saya), tidak masalah. Saya adalah mahasiswi Public Relations dari salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi yang berada di Jakarta Selatan. Karena, ini kali pertama saya menulis blog maka saya akan melakukan pengenalan diri dan memberi tahu tujuan saya menulis blog ini. Tidak ada nama khusus sih untuk sebutan blog saya, tapi, dengan seiringnya waktu saya berharapnya blog ini dikenal dan dibaca ketika teman-teman mencari info dan memang kebetulan mungkin nanti bisa menemani kalian ketika mempunyai waktu luang :P hehehe. Sebelum itu, saya ingin menceritakan ketertarikan saya terhadap beberapa hal : Pertama, saya menyukai buku. Entah itu membacanya, pergi ke tempat yang berhubungan dengan buku, contohnya: Perpustakaan, Toko Buku, atau Kafe yang menyediakan Buku-Buku. Kedua, saya menyukai kopi. Saya sempat menjadi Barista selama setahun dan in...

Someone Can Understand Us

Sambil nyeruput kopi yang gue buat di rumah, gue duduk termenung beberapa saat setelah membaca satu kalimat dalam novel, "I was grateful that Cary understood me and the way my mind worked. It was just so easy being with him, knowing he could fill in the blanks when I couldn't explain something." (Bared To You by Sylvia Day) Untuk beberapa menit gue gak tau alasan gue diam setelah membaca dialog dari salah satu tokoh utama yang ada dalam novel tersebut. Tapi, setelah berpikir alasannya apa akhirnya gue sadar, gue terdiam karena gue setuju dengan kalimat tersebut bahwa akan sangat merasa senang dan bersyukur sekali ketika seseorang memiliki orang yang dapat memahami pola pikir kita bekerja, mengisi kekosongan kita tanpa harus menjelaskan dengan kata-kata yang bahkan kita sendiri kadang tidak bisa menjelaskan. Dulu, ketika menjalin hubungan dengan seseorang diumur gue yang masih 16 tahun, gue gak ngerti kenapa orang-orang sekitar gue yang lebih tua dan merasa dirinya lebih b...